Logo Bloomberg Technoz

"Program Kaliandra dikembangkan dengan empat pilar utama—lingkungan berkelanjutan, ketangguhan bencana, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi. Program Kaliandra menghadirkan solusi holistik bagi kawasan padat penduduk yang rawan longsor melalui teknologi Drum Eco Shield, lorong hijau, posyandu untuk lansia dan balita, hingga inkubasi UMKM perempuan yang memperkuat kemandirian ekonomi lokal," pungkas Milla.

Pada ajang itu bersama dengan Kilang Dumai operasi Sei Pakning, Kilang Balikpapan mendapat apresiasi sebagai Best CSR Project of the Year. 

Di wilayah kilang Dumai operasi Sei Pakning, masyarakat yang dahulu bergantung pada perburuan madu hutan kini bertransformasi menjadi peternak lebah gambut yang ramah lingkungan. Inovasi sederhana seperti kotak sarang buatan dan alat ekstraktor madu memampukan mereka menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Penghargaaan lain didapatkan oleh Kilang Balongan dan Kilang Kasim untuk kategori Innovation in CSR Practices, sementara Kilang Dumai membawa pulang gelar Best Use of CSR Practices in Various Sector. 

"Setiap penghargaan ini bukan sekadar pengakuan formal, melainkan cerminan dari kisah perubahan yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kehadiran KPI tidak hanya sebagai mata rantai ketahanan energi, KPI juga harus memberikan manfaat berantai untuk masyarakat," terang Milla.

Dari Indramayu, Kilang Balongan menjalankan program BERBISIK (Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi, dan Karya) yang memberi ruang bagi penyandang disabilitas tunarungu untuk berkarya melalui Kopi Teman Istimewa dan berbagai workshop kreatif. Bersama kelompok Wiralodra, mereka juga mengolah sampah plastik dan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, serta menghadirkan inovasi ramah lingkungan seperti kompor hemat energi dan sistem peringatan darurat untuk teman tuli.

(Dok. KPI)

Sementara itu, di Papua Barat Daya, Kilang Kasim fokus memberdayakan perempuan adat Moi Lemas lewat Kalifiti Group. Didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kelompok ini mengolah kelapa menjadi minyak dan memanfaatkan limbah ampas kelapa menjadi biskuit bergizi bagi ibu hamil dan balita. Program ini tak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga berperan mencegah stunting serta meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga lebih dari sepuluh kali lipat.

Adapun Kilang Dumai melalui program “Serumpun Paman Bahri” menerapkan konsep Integrated Coastal Zone Management (ICZM) untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir Mundam dari ancaman abrasi pantai. Program ini meliputi rehabilitasi mangrove, pembangunan breakwater berbasis kearifan lokal, diversifikasi usaha nelayan, pemberdayaan perempuan pesisir, hingga pemanfaatan energi surya untuk budidaya perikanan. 

Dampaknya nyata program ini 150 meter garis pantai kini terlindungi, hasil tangkap nelayan meningkat 15–25 kg per perjalanan, pendapatan rumah tangga setara upah minimum, dan status gizi balita serta ibu hamil lebih terpantau melalui Posyandu Sehati. Program ini menunjukkan bagaimana sinergi lintas pihak bisa melahirkan pesisir yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini adalah refleksi dari semangat kolaborasi antara KPI dan masyarakat. Program-program ini mencerminkan transformasi nyata dari masyarakat dan lingkungan sekitar kilang. Dari gambut di Riau, kampung padat penduduk di Balikpapan, hingga perempuan adat di Papua dan pesisir Dumai. Semuanya lahir dari kebutuhan lokal dan dikerjakan bersama-sama,” ujar Milla.

Capaian ini sejalan dengan dukungan KPI terhadap prinsip ESG serta kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, TPB 5 Kesetaraan Gender, dan TPB 13 Penanganan Perubahan Iklim. Selain itu, program-program ini juga mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita Pemerintah, terutama poin 4 meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan poin 6 membangun lingkungan hidup yang berkelanjutan.

"Dengan semangat People, Planet, Profit, KPI menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal bisnis energi, melainkan juga energi untuk kehidupan—mewujudkan masyarakat inklusif, lingkungan yang lestari, dan masa depan bangsa yang tangguh," tutup Milla.

(tim)

No more pages