Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Naik usai Trump Ancam Tarif Baru ke India-China

News
10 September 2025 08:00

Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah naik untuk sesi ketiga berturut-turut setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada pejabat Uni Eropa bahwa ia bersedia memberlakukan tarif baru terhadap India dan China demi mendorong Rusia bernegosiasi dengan Ukraina.

Namun, ancaman itu disertai syarat: Trump hanya akan memberlakukan tarif jika negara-negara anggota Uni Eropa juga melakukannya. West Texas Intermediate (WTI) menguat hingga diperdagangkan mendekati US$63 per barel pada awal perdagangan Asia, sementara Brent ditutup di atas US$66 pada Selasa (10/9). Pada sesi sebelumnya, harga minyak sudah naik menyusul serangan Israel ke Doha yang menargetkan pimpinan senior Hamas, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi ketegangan di kawasan.


Serangan tersebut menandai pertama kalinya Israel melancarkan serangan ke ibu kota Qatar sejak awal konflik yang hampir dua tahun mengguncang pasar minyak global. Langkah ini juga berpotensi menggagalkan upaya perundingan damai yang dipimpin AS antara Israel dan Hamas, yang sebelumnya dinilai dapat meredakan risiko geopolitik dalam harga minyak. Israel mengklaim bertanggung jawab penuh atas serangan itu, sementara Trump menegaskan dirinya tidak terlibat.

Sementara itu, usulan tarif Trump menjadi tantangan tersendiri mengingat sejumlah negara, termasuk Hungaria, sebelumnya memblokir sanksi Uni Eropa yang lebih keras terhadap sektor energi Rusia. Trump sejauh ini telah memberlakukan tarif berat terhadap India karena perdagangannya dengan Moskow, namun tidak melakukan hal serupa terhadap China.