Adapun, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras Bulog naik tipis sebesar 0,2% dari HET nasional Rp12.500/kg menjadi Rp12.525/kg di tingkat konsumen.
Harga rata-rata beras SPHP di semua wilayah kompak di bawah HET. Secara terperinci, beras SPHP di zona 1 adalah Rp12.263/kg, zona 2 senilai Rp12.753/kg, dan zona 3 senilai Rp13.431/kg.
Harga beras yang masih berada di atas HET ini masih terjadi di tengah upaya Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan juga Bulog untuk melakukan penyaluran beras secara masif demi menurunkan harga beras secara nasional.
Beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh Bulog diantaranya adalah dengan memasifkan penyaluran beras SPHP melalui pasar tradisional dan juga ritel-ritel modern.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa bilang stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk ritel modern juga terus diperkuat, terutama bagi titik-titik strategis pada 214 kabupaten/kota.
"Penting bagi pemerintah mengupayakan distribusi beras SPHP ke ritel modern juga. Selama ini ritel modern itu sebagai penyeimbang harga. Price maker. Artinya di ritel modern harganya sesuai dengan HET, itu pasti.” kata Ketut dalam siaran pers, awal pekan ini.
“Maka di pasar rakyat harganya tidak akan terlalu jauh berbeda dengan ritel modern. Kalau ritel modern sudah terpenuhi dengan baik, maka dengan sendirinya harga beras di pasar rakyat minimal flat,"
Harga Pangan Lainnya
Selain beras, harga rata-rata nasional Minyakita masih tetap berada di atas HET yakni Rp17.292/liter atau naik 10,14% dari HET sebesar Rp15.700/liter. Sementara harga rata-rata minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah masing-masing dijual Rp20.605/liter dan Rp17.222/liter secara nasional.
Komoditas pangan lainnya, yakni bawang merah di tingkat konsumen dibanderol Rp40.962/kg atau turun 1,3% di atas HAP Rp36.500–Rp41.500/kg. Sementara itu, harga rata-rata bawang putih bonggol seharga Rp35.774/kg secara nasional, atau masih berada di rentang HAP nasional Rp38.000–Rp40.000/kg.
Beranjak ke pangan lainnya, harga rata-rata cabai rawit merah di tingkat konsumen dibanderol Rp44.403/kg, atau turun 22,1% dari harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp40.000–Rp57.000/kg.
Harga rata-rata cabai merah keriting berada di dalam rentang HAP Rp37.000–Rp55.000/kg, atau harganya mencapai Rp50.793/kg, sedangkan harga rata-rata cabai merah besar secara nasional dibanderol Rp43.707/kg di tingkat konsumen.
Berikutnya, untuk komoditas pangan yang bersumber dari protein hewani, seperti daging ayam ras dibanderol Rp36.366/kg secara rata-rata nasional alias masih di bawah HAP nasional Rp40.000/kg.
Harga rata-rata telur ayam ras dijual Rp29.131/kg di tingkat konsumen, atau turun 2,9% dari batas HAP nasional di level Rp30.000/kg.
Selanjutnya, harga rata-rata ikan kembung, ikan tongkol, dan ikan bandeng masing-masing dibanderol Rp42.507/kg, Rp35.303/kg, dan Rp34.009/kg secara nasional.
Panel Harga juga menunjukkan harga rata-rata daging sapi murni mencapai Rp135.593/kg atau berada di bawah HAP nasional Rp140.000/kg sedangkan harga rata-rata daging kerbau segar lokal dan daging kerbau beku impor masing-masing dibanderol Rp138.409/kg dan Rp104.575/kg.
Harga rata-rata kedelai biji kering impor di tingkat konsumen dibanderol Rp10.596/kg dan harga rata-rata jagung pakan tingkat peternak adalah Rp6.440/kg.
Lalu, harga rata-rata tepung terigu kemasan dan tepung terigu curah masing-masing adalah Rp12.720/kg dan Rp9.557/kg. Serta, harga rata-rata gula konsumsi dan garam konsumsi masing-masing adalah Rp18.207/kg dan Rp11.218/kg.
(ell)
































