Logo Bloomberg Technoz

Baru empat bulan memimpin bank yang berbasis di Melbourne tersebut, Matos tengah menyusun strategi pemulihan untuk mengembalikan kepercayaan regulator sekaligus meredakan kekhawatiran investor. Ia memerintahkan agar pekerjaan yang tidak masuk prioritas dihentikan, serta berjanji memperbaiki budaya kerja dan manajemen risiko.

Matos, mantan eksekutif HSBC Holdings Plc yang dikenal sebagai “problem solver,” bulan lalu sempat meminta maaf setelah gagal mengomunikasikan rencana pengurangan pegawai dengan baik. Pekan lalu, ANZ mulai memangkas pekerjaan di bagian middle-office dan back-office pada divisi perbankan institusional, menurut sumber internal.

Matos menggantikan Shayne Elliott pada Mei lalu. Elliott menghadapi berbagai tekanan regulasi di tahun terakhir masa jabatannya. Otoritas pengawas perbankan Australia sempat menjatuhkan tambahan persyaratan modal kepada ANZ akibat kelemahan manajemen risiko, sementara Australian Securities and Investments Commission (ASIC) sedang menyelidiki peran ANZ dalam penjualan obligasi pemerintah.

Sejak kedatangan Matos, sejumlah eksekutif senior meninggalkan ANZ, termasuk mantan kepala retail Maile Carnegie dan kepala teknologi Gerard Florian. Pekan lalu, Les Vance resmi bergabung dan langsung melapor kepada Matos dengan tugas memperkuat pengelolaan risiko non-keuangan serta membangun budaya kerja yang konsisten di seluruh bank.

ANZ juga mereformasi struktur manajemen seniornya dengan membentuk jabatan chief risk officer terpisah untuk divisi retail, komersial, dan perbankan institusional. Ketiga posisi tersebut akan melapor kepada kepala risiko grup, Kevin Corbally.

Sejauh ini, saham ANZ naik 15% sejak awal tahun, melampaui kinerja indeks saham perbankan Australia.

(bbn)

No more pages