Logo Bloomberg Technoz

Ekspor ke AS turun 33% pada Agustus, menjadi bulan kelima berturut-turut mencatat penurunan dua digit. Sebaliknya, pengiriman ke blok perdagangan Asia Tenggara yang beranggotakan 10 negara melonjak hampir 23%. Ekspor ke Uni Eropa naik 10%, sementara pengiriman ke Afrika meningkat 26%.

Meski melambat, surplus perdagangan China tetap berpotensi melampaui rekor hampir US$1 triliun tahun lalu. Lonjakan penjualan luar negeri berhasil menutupi lemahnya permintaan domestik.

Namun, penurunan harga dan ketatnya persaingan membuat banyak perusahaan tetap merugi meski nilai ekspor meningkat. Laba industri tercatat turun hampir 2% sepanjang Januari hingga Juli.

Selain itu, indikator pesanan ekspor baru China berada di level terendah dalam beberapa bulan terakhir, yang menjadi sinyal buruk bagi prospek permintaan global ke depan.

(bbn)

No more pages