Namun, ia menekankan bahwa kerugian materiil bukanlah tragedi terbesar. Menkeu menyebut ada korban jiwa dalam kerusuhan akhir Agustus tersebut, yang menurutnya menjadi duka jauh lebih mendalam. Ia menuliskan nama-nama korban, mulai dari Affan Kurniawan hingga Sumari, yang kehilangan nyawa di tengah kericuhan.
“Dalam kerusuhan tidak pernah ada pemenang. Yang ada adalah hilangnya akal sehat, rusaknya harapan, runtuhnya fondasi berbangsa dan bernegara kita,” ujar Sri Mulyani.
Ia menutup pesannya dengan seruan agar masyarakat menjaga Indonesia sebagai rumah bersama. “Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah dan tanpa putus asa,” tulisnya.
(dec/spt)
No more pages
































