Logo Bloomberg Technoz

BI: Surplus Neraca Dagang Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi RI

Redaksi
02 September 2025 15:00

Neraca dagang Korsel mencetak rekor defisit akibat kinerja ekspor yang buruk seiring perlambatan ekonomi dunia (Bloomberg)
Neraca dagang Korsel mencetak rekor defisit akibat kinerja ekspor yang buruk seiring perlambatan ekonomi dunia (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai kinerja neraca perdagangan Indonesia yang mencatat surplus pada Juli 2025 merupakan hal yang positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian nasional lebih lanjut.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, ke depan, bank sentral akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain, "guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan."

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2025 mencatat surplus sebesar US$4,17 miliar, meningkat dibanding surplus pada Juni 2025 sebesar US$4,10 miliar.


"Surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (2/9/2025).

Neraca perdagangan nonmigas pada Juli 2025 mencatat surplus sebesar US$5,75 miliar, seiring dengan ekspor nonmigas yang meningkat menjadi sebesar US$23,81 miliar dolar AS. Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti bahan bakar mineral serta lemak dan minyak hewani/nabati. Selain itu, ekspor produk manufaktur seperti mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya serta besi dan baja.