Tak hanya itu, Tito juga meminta seluruh kepala daerah untuk menunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan. Di tengah kondisi saat ini, kata Tito, musik-musik berpesta sangat sensitif.
“HUT daerah ataupun kegiatan seremonial kedinasan lainnya dilakukan dengan sederhana, seperti tumpengan, memberikan santunan kepada yatim piatu, masyarakat kurang mampu itu jauh [lebih baik] di tengah kondisi saat ini lebih bermanfaat,” ujarnya.
Lebih jauh, Tito mewanti-wanti kegiatan tersebut nantinya malah menjadi bumerang bagi kepala daerah. Apalagi jika sudah disebarluaskan dan viral di media sosial.
“Kalau pesta-pesta musiknya dipotong dibuat [konten] Tiktok dibandingkan dengan masyarakat yang lagi menuntut sikap low profile para pejabat nanti menimbulkan amunisi baru yang bisa digoreng oleh siapapun yang ingin situasi enggak baik,” imbuh Tito.
(ain)




























