“Penerima manfaat terdampak yang tadinya dirawat di rumah sakit, kondisinya sudah membaik dan telah seluruhnya dipulangkan ke rumah pada hari Minggu, 31 Agustus kemarin.
Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam pelaksanaan Program MBG di Bengkulu kali ini.
“Kami sangat memahami dan merasakan keresahan yang dialami oleh para penerima manfaat, khususnya anak-anak, orang tua, serta masyarakat yang terdampak akibat insiden ini,” ungkap Gloria selaku Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu.
“Kami menyadari bahwa insiden ini telah menimbulkan kekhawatiran dan kerugian bagi masyarakat. Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya dan berkomitmen penuh untuk meningkatkan pengawasan, kualitas, dan keamanan pangan dalam program ini,” imbuhnya.
Badan Gizi Nasional pun memberikan catatan perbaikan konkret yang perlu dilakukan oleh SPPG Lebong Sakti Lemeu Pit. Dari hasil investigasi sementara, di antaranya meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta meningkatkan kerja sama yang baik antara SPPG dan yayasan dalam operasional MBG, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi MBG.
Melalui beberapa insiden keamanan pangan yang terjadi, BGN bertindak tegas dalam melakukan perbaikan dan evaluasi MBG di seluruh lokasi, penegakan pedoman pelaksanaan MBG serta pengawasan ketat operasional MBG di seluruh Indonesia untuk memastikan keamanan pangan MBG.
(dec/spt)






























