“Kami memahami bahwa ada UMKM [Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah] yang terdampak yang berjualan secara LIVE, tapi mudah-mudahan tetap bisa e-commerce tanpa LIVE.” sebutnya.
Ia kembali menegaskan pesan dari Presiden Prabowo bahwa saat ini bahwa negara terbuka dan mendengarkan aspirasi-aspirasi dari masyarakat serta akan menindaklanjuti masukan-masukan dari masyarakat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Netizen Indonesia dihebohkan dengan hilangnya fitur live di aplikasi TikTok sejak tengah pekan ini. Banyak pengguna mengeluhkan tidak bisa melakukan siaran langsung maupun menyaksikan live streaming dari kreator lain.
Menanggapi hal tersebut, pihak TikTok akhirnya buka suara. Juru bicara TikTok menyatakan bahwa penangguhan sementara fitur LIVE dilakukan sebagai langkah pengamanan tambahan.
“Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia," kata juru bicara TikTok melalui keterangan resmi.
Selain itu, TikTok juga mengatakan pihaknya menghapus konten-konten yang dianggap melanggar panduan komunitas. Mereka juga akan terus memantau perkembangan situasi untuk menyesuaikan langkah selanjutnya.
Keputusan penangguhan ini dibuat bersamaan dengan gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi sejak Jumat (29/8) di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota lain.
(ell)
































