Logo Bloomberg Technoz

Masjid Raya Baitul Mukhtar dirancang dengan arsitektur kontemporer, menggabungkan nilai Islam dan kearifan lokal. Atapnya mengadopsi bentuk joglo khas Jawa dengan lima tingkatan. Filosofinya mewakili perjalanan spiritual seorang muslim, mulai dari Muslimin hingga Muttaqin, sekaligus simbol lima rukun Islam.

Area mihrab menampilkan ceruk dengan bentuk yang terinspirasi dari Kabah. Fasad luar dihiasi dengan motif geometris Islam dan batik Banten. Menara setinggi 45 meter berbentuk belah ketupat, terinspirasi dari pola Sabakingking batik Banten. Semua detail ini menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga potensi wisata religi di kawasan BSD City.

Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menekankan makna moderasi antariman yang melekat pada pembangunan masjid ini. “Semangat serupa selama ini kami amalkan, mengingat Sinar Mas terbangun berlandaskan sinergi antaretnis dan juga keimanan. Karena kami meyakini keberagaman adalah anugerah, dan tugas kita bersama merawatnya agar selalu menjadi energi kebaikan, kebersamaan juga kesejahteraan,” ujarnya.

Selain itu, Ferry menambahkan bahwa masjid ini akan berdiri berdampingan dengan Gereja Santo Benedictus. Seperti di Jakarta, di mana Masjid Istiqlal berdampingan dengan Gereja Katedral dan Gereja Immanuel, kehadiran Baitul Mukhtar di BSD City diharapkan memperkuat simbol moderasi antariman di Tangerang.

Menteri Agama RI, K.H. Nasaruddin Umar, turut hadir dalam peresmian. Ia menyoroti peran masjid sebagai pusat kehidupan umat, bukan sekadar rumah ibadah. “Masjid berfungsi sebagai baitul mal, seperti bank sentralnya umat. Semua pundi-pundi umat itu dikelola di masjid, mulai dari zakat, sedekah, infak, wakaf, hibah, wasiat, hingga pajak dan perlindungan. Karena itu kita bersyukur jika ada yang memakmurkan masjid dan memakmurkan bumi ini,” tuturnya.

Acara ini juga dihadiri Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Ketua Dewan Masjid Indonesia H. Muhammad Jusuf Kalla, serta perwakilan Yayasan Muslim Sinar Mas: Badrodin Haiti, Widyo Purnomo, Marsetio, dan Condro Kirono. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini semakin memperkuat posisi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual sekaligus perekat sosial.

Simbol Kerukunan dan Harapan Baru

Dengan berdirinya Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City kini memiliki ikon baru. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol persaudaraan, moderasi, dan keberkahan. “Kami ingin masjid ini bukan hanya milik muslim BSD City, tapi juga menjadi jembatan persaudaraan antariman di wilayah ini,” kata Saleh Husin menutup sambutannya.

Desain arsitektur yang penuh filosofi, dukungan tokoh nasional, serta letaknya yang strategis menjadikan masjid ini berpotensi menjadi destinasi religi dan budaya baru di Tangerang. Dengan demikian, kehadiran Masjid Raya Baitul Mukhtar sekaligus mempertegas visi BSD City sebagai kota mandiri yang menjunjung tinggi keberagaman dan kualitas hidup masyarakatnya.

(tim)

No more pages