Logo Bloomberg Technoz

Dana Baru Belum Turun, Smelter Nikel GNI Diadang ‘Risiko Besar'

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 August 2025 13:50

Gedung PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI
Gedung PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) mengingatkan terdapat potensi gangguan operasional yang bisa kembali terjadi pada lini produksi PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), jika pendanaan baru untuk perusahaan smelter nikel pirometalurgi itu tak kunjung disepakati.

Direktur Eksekutif Pushep Bisman Bakhtiar berpendapat potensi tersebut dapat terjadi jika pendanaan baru yang ditarget turun pada pertengahan Agustus 2025 molor hingga berbulan-bulan lamanya.

Bisman juga memandang terdapat potensi terjadinya pemutusan hak kerja (PHK) yang harus dilakukan, jika smelter PT GNI kembali mengalami gangguan operasional dalam jangka waktu panjang.


“Risiko besar jika tidak ada pendanaan baru karena akan mengancam operasional dan proses produksi,  secara finansial akan menambah beban keuangan yang jika berlangsung lama akan berisiko bagi keberlanjutan perusahaan,” kata Bisman ketika dihubungi, Senin (25/8/2025).

Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry (dok. GNI)

Dalam kaitan itu, Bisman menilai PT GNI harus dapat meyakinkan calon investor barunya bahwa manajemen korporasi dan tata kelola dalam kondisi baik. Utamanya, terkait dengan aspek hukum dan prospek keberlangsungan bisnis.