Sinopec telah menghadapi sejumlah tantangan tahun ini. Perusahaan telah melaporkan penurunan produksi bensin dan solar, karena pesatnya penyebaran kendaraan listrik telah melemahkan permintaan bahan bakar transportasi tersebut.
Pada saat yang sama, industri ini bergulat dengan kelebihan kapasitas dan persaingan yang ketat, dengan Beijing diperkirakan memperketat kontrol atas penyulingan minyak yang tidak efisien.
Pada semester II-2025, perusahaan memperkirakan permintaan gas alam dan produk kimia akan tumbuh di China, sementara produk minyak sulingan akan terus tertantang oleh sumber energi alternatif.
Sinopec menetapkan target pemrosesan minyak pada paruh kedua sebesar 130 juta ton, naik dari 120 juta ton pada enam bulan pertama.
Perusahaan menargetkan penjualan produk minyak sulingan domestik sebesar 90 juta ton, dibandingkan dengan 87 juta ton pada paruh pertama tahun ini.
Di pasar global, harga rata-rata minyak mentah Brent sekitar US$71 per barel pada periode tersebut, dibandingkan dengan US$83 pada tahun sebelumnya.
Harga impor yang lebih rendah telah mengurangi nilai persediaan, sekaligus mengurangi biaya bahan baku. Aktivitas pengeboran tetap stabil, didukung oleh tujuan Beijing untuk memastikan ketahanan energi.
Unit penyulingan utama perusahaan mengalami penurunan laba menjadi 2,6 miliar yuan, dibandingkan dengan 6,4 miliar yuan pada tahun sebelumnya, sementara operasi kimia melaporkan kerugian sebesar 4,5 miliar yuan, lebih besar dari kerugian tahun lalu sebesar 3,6 miliar yuan.
Di sektor lain, pengeboran hulu mencatat laba sebesar 21 miliar yuan, lebih rendah dari 26,8 miliar yuan yang diperolehnya pada tahun sebelumnya.
Unit pemasaran dan distribusi juga tertekan oleh harga yang lebih rendah, melaporkan penurunan laba menjadi 7,2 miliar yuan.
(bbn)






























