Logo Bloomberg Technoz

Strategi tersebut, lanjut dia, disertai dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk meningkatkan likuiditas sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan. Hingga 19 Agustus 2025, BI juga telah membeli SBN mencapai Rp186,06 triliun, yang berasal dari pasar sekunder Rp137,80 triliun dan pasar primer dalam bentuk urat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp48,26 triliun.

Selanjutnya, BI juga akan terus memperkuat publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Lalu, BI juga akan memperkuat dan memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan, termasuk dengan memperkuat konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Penguatan strategi operasi moneter pro-market juga trus dilakukan agar menopang efektivitas transmisi penurunan suku bunga, meningkatkan likuiditas, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas), serta mendorong aliran masuk modal asing.

Hal itu dilakukan antara lain dengan memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga melalui penyesuaian struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas; peningkatan likuditas di pasar uang dan perbankan melalui lelang SRBI dan pembelian SBN di pasar sekunder; serta memperkuat peran dealer untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar;

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan likuiditas dan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," tutur dia.

(ain)

No more pages