Logo Bloomberg Technoz

Tidak hanya itu, Dian mengatakan bahwa  faktor utama yang memengaruhi perlambatan kredit baru antara lain suku bunga yang cenderung naik, perlambatan ekonomi global, serta penurunan harga komoditas. Meski begitu, pihaknya yakin bahwa target pertumbuhan kredit perbankan 2023 masih bisa tercapai.

“OJK meyakini bahwa target pertumbuhan kredit tahun 2023 masih dapat tercapai mempertimbangkan kondisi ekonomi  tetap stabil namun tetap memperhatikan faktor-faktor signigikan antara lain dampak persiapan dan pelaksanaan pemilu, dimana pada umumnya permintaan kredit konsumsi dan KMK akan meningkat, serta upaya massif dan kolaboratif antar Lembaga dalam mendorong berkembangnya UMKM,” ujarnya.

Untuk mendorong ekspansi kredit perbankan, OJK bekerjasama dengan lembaga lainnya melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), terus berusaha meningkatkan perluasan akses keuangan masyarakat di daerah yang bisa mendorong perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas.

Sebagai informasi, meskipun pertumbuhan kredit melambat tetapi risiko kredit terjaga dengan rasio NPL neto perbankan sebesar 0,78%, dari NPL gross yang sebesar 2,53%. 

Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 juga turun menjadi Rp386 triliun, dengan jumlah debitur yang juga menurun sebesar 1,74 juta nasabah.

(krz/evs)

No more pages