Logo Bloomberg Technoz

Dorong Likuiditas di Pasar, BI Kembali Kurangi SRBI di Pasar

Sultan Ibnu Affan
20 August 2025 14:56

Keputusan BI Rate Bank Indonesia (Dok. YouTube Bank Indonesia Channel)
Keputusan BI Rate Bank Indonesia (Dok. YouTube Bank Indonesia Channel)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melakukan pengurangan perendaran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), instrumen operasi moneter penarik dana asing jangka pendek, untuk melonggarkan likuditas di pasar.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI menurunkan volume lelang dan posisi SRBI. Hingga 15 Agustus total posisi SRBI tercatat mencapai Rp720,01 triliun atau turun dari Rp916,97 triliun pada awal Januari 2025. Sementara posisi instrumen SVRI dan SUVBO pada 15 Agustus tercatat masing-masing US$4,56 miliar dan US$460 juta.

“Untuk mendukung ekspansi likuiditas, operasi moneter juga diarahkan pada tenor yang lebih pendek,” terang Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/8/2025).


Perry menambahkan untuk memperkuat ekspansi likuiditas moneter, BI juga melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder. Hingga 19 Agustus 2025 BI telah membeli SBN sebesar 186,06 triliun, sebesar Rp137,8 triliun dibeli dari pasar primer di mana sebesar Rp48,26 merupakan SBN syariah.

BI sudah menurunkan BI rate 100 bps. Hal ini berdampak pada penurunan suku bunga SRBI tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Suku bunga tenor 6 bulan turun dari 5,85% menjadi 5,28%, tenor 9 bulan turun dari 5,86% menjadi 5,32%, tenor 12 bulan turun dari 5,87% menjadi 5,34%.