Dia menerangkan, proses pemadaman akan dilanjutkan dengan upaya pendinginan ketika semburan gas bumi telah berhenti dari sumur minyak tersebut.
Meskipun begitu, dia tidak dapat memastikan kapan api dapat dipadamkan dari minyak sumur ilegal tersebut.
Anggia memastikan kementeriannya telah mengirimkan tim untuk melakukan pendampingan, bersama-sama dengan Pertamina Hulu Energi Randugunting untuk membantu proses pemadaman.
“Tadi saya sempat komunikasi dengan Bupati Blora, Forkopimda juga langsung turun membantu proses evakuasi dan juga untuk menampung masyarakat yang jadi korban,” tuturnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melaporkan sumur minyak yang terbakar di Dusun Gendono, Desa Gandu, Bogorejo, Kabupaten Blora masih belum dapat dipadamkan hingga siang hari.
BPDB Blora melaporkan terdapat 4 alat berat berupa ekskavator milik Dinas PUPR Blora diturunkan untuk membuat tanggul penghalau di sekitar sumur.
Nantinya, pemadaman akan difokuskan pada wilayah sumur hingga tanggul penghalau yang dibangun tersebut.
“Sampai laporan ini dilaporkan tim gabungan masih berada di lokasi dan masih melaksanakan proses pemadaman dan pemantauan,” tulis BPBD Blora dalam keterangan resmi pada Selasa (19/8/2025).
Peristiwa kebakaran maut tersebut mengakibatkan 300 keluarga terdampak, dengan perincian 750 orang harus mengungsi.
BPDB Blora menegaskan masyarakat terdampak untuk sementara bermukim di tenda darurat dan rumah kerabat.
Untuk korban jiwa, hingga saat ini tercatat sebanyak 3 orang tewas akibat kejadian itu, dan 2 lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Adapun, terbakarnya sumur minyak rakyat tersebut menyebabkan 1 rumah warga rusak berat dan 4 rumah warga rusak sedang.
(azr/naw)


























