Logo Bloomberg Technoz

Macquarie: RAPBN 2026 Fokus Konsumsi, Kesehatan, Investasi

Riset
19 August 2025 18:46

Asumsi Makro APBN 2026, Ekonomi RI Tumbuh 5,4% (Diolah berbagai sumber)
Asumsi Makro APBN 2026, Ekonomi RI Tumbuh 5,4% (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menetapkan RAPBN 2026 dengan fokus pada penguatan perlindungan sosial, ketahanan pangan, serta percepatan investasi. Belanja diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur.

Bantuan sosial dialokasikan naik 9% dibanding tahun sebelumnya. Program makanan bergizi gratis menjadi sorotan dengan kenaikan hampir lima kali lipat, sementara anggaran kesehatan melonjak 16%. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meredam tekanan inflasi dan menjaga konsumsi rumah tangga, yang selama ini menyumbang lebih dari 55% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kepala Riset Macquarie Capital Indonesia, Ari Jahja, mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan penerimaan negara yang ambisius. “Kami melihat potensi defisit anggaran yang lebih lebar dari perkiraan, tetapi tetap dapat dikelola di sekitar 3% dari PDB,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).


“Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan penerimaan 9,8% pada 2026, dibandingkan dengan 2,4% dan 0,5% secara tahunan pada 2024 dan 2025. Rasio pajak diperkirakan sedikit naik menjadi 10,47% dari PDB, meskipun dividen BUMN telah dialihkan ke Danantara."

Terkait prioritas belanja, Ari menyebut, konsumsi dengan bantuan sosial naik 9% dan program makanan gratis yang meningkat 4,7 kali lipat, serta kesehatan yang tumbuh 16% secara tahunan, menjadi fokus utama. "Sementara itu, percepatan belanja dan investasi akan didorong menjelang 2026," terangnya.