Logo Bloomberg Technoz

Dengan demikian, harga emas dunia resmi naik 2 hari beruntun. Dalam 2 hari tersebut, harga bertambah 0,58% secara point-to-point.

Perkembangan dari Amerika Serikat (AS) menjadi katalis bagi kenaikan harga emas. Pemerintahan Presiden Donald Trump kini makin kencang cawe-cawe dalam urusan moneter yang menjadi ranah bank sentral Federal Reserve.

Teranyar adalah Menteri Keuangan Scott Bessent yang bersuara. Bessent menegaskan The Fed perlu segera menurunkan suku bunga acuan.

“Saya rasa kita bisa masuk ke fase penurunan suku bunga acuan, dimulai dengan pemotongan 50 basis poin (bps) pada September. Jika Anda melihat berbagai model, seharusnya kita sudah menurunkan suku bunga acuan 150, mungkin 175 bps. Saya rasa semestinya sudah ada penurunan pada Juni dan Juli,” terang Bessent dalam wawancara di program Bloomberg Surveillance.

Pernyataan Bessent ini mengerek ekspektasi bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat benar-benar akan menurunkan suku bunga acuan. Bahkan mulai bermunculan penurunannya bisa ‘jumbo’.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 bps menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 93,8%. Namun kini ada pula kemungkinan penurunan 50 bps ke 3,75-4% yaitu sebesar 6,2%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan kala suku bunga bergerak turun.

(aji)

No more pages