"Ya enggak mungkin Bareskrim (menangkap), orang enggak salah atau enggak mungkin, ya. Tapi kalau terang-terang menipu, janjinya A, jualannya C, gitu. Nah itu jelas, kan," tambahnya.
Di sisi lain, Zulhas juga memastikan stok beras dalam kondisi aman. Berdasarkan data Perum Bulog, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih ada di angka 3,9 juta ton. Angka tersebut menurutnya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Zulhas juga memastikan pelaksanaan operasi pasar alias Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,3 juta ton akan dipercepat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri untuk mendorong pengusaha segera melepas stok beras.
"Tadi saya udah ketemu Pak Satgas Pangan. Ya dalam dua hari ini semua harus bisa ngelepas [stok beras]. Kalau tidak ada pelanggaran apa-apa, enggak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi kalau melanggar, pasti ada konsekuensinya," tutur Arief.
Arief mengingatkan para pengusaha beras agar memerhatikan spesifikasi kualitas produk sesuai label. Dia juga menekankan harga gabah sebagai penentu harga beras.
"Makanya harga gabahnya menjadi penting. Kenapa hari ini penggiling padi yang besar segala harus realistis karena harga beras itu [menyesuaikan] harga gabah. Jadi kalau harga gabah Presiden hanya minta Rp6.500 kok," tutur dia.
Sebelumnya, Ombudsman RI melaporkan terdapat 10 dari 23 penggilingan padi di Kecamatan Tempuran, Karawang, Jawa Barat tutup karena takut jualan. Ketakutan tersebut terjadi imbas pemeriksaan dari penegak hukum terkait mutu, kualitas, hingga kasus oplosan beras.
Ombudsman juga menyatakan telah terjadi kelangkaan beras di penggilingan padi dan ritel modern.
“Yang mencolok, beberapa penggilingan padi. Ada 23 penggilingan padi di wilayah itu dan 10 sudah tutup sekarang,” kata Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika saat ditemui di kantornya, Jumat (8/8/2025).
“Apa penyebab tutupnya? selain persaingan juga karena kondisi yang sekarang terjadi, ada ketakutan.”
(ell)
































