Mereka juga meminta maaf kepada Ari atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini, sembari memastikan bahwa hal tersebut murni keselahan teknis.
Pada poin ketiga, pihak WAMI juga menekankan bahwa angka nominal Rp765.594 yang telah diunggah Ari Lasso di akun pribadi Instagram bukanlah jumlah royalti yang diterima secara keseluruhan.
Di poin keempat, penjelasan mereka, data tersebut hanya mencakup royalti untuk periode distribusi Juli 2025, bukan akumulasi setahun penuh.
Pada poin kelima, sebagai bentuk tanggung jawab WAMI mengaku telah berkomunikasi dan klarifikasi kepada Bapak Ari Lasso, termasuk melalui surat resmi.
WAMI menambahkan bahwa laporan keuangan mereka diaudit setiap tahun oleh Kantor Akuntan Publik (Auditor Independen). Hasil audit tidak hanya dipublikasikan di media cetak, tetapi juga dapat diakses oleh publik melalui situs resmi WAMI.
Transparansi ini diharapkan mampu membangun kepercayaan para anggota, sekaligus menunjukkan ahwa WAMI memiliki mekanisme pengawasn yang jelas dalam royalti.
"Laporan keuangan WAMI diaudit setiap tahun oleh Kantor Akuntan Publik (Auditor Independen), dipublikasikan di media cetak, dan tersedia untuk diakses di website resmi WAMI," ucapnya.
"Sebagai organisasi yang menjaga kepercayaan para anggota pencipta musik, WAMI berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Termasuk pengetatan prosedur pengiriman, verifikasi berlapis, dan peningkatan sistem untuk memastikan ketepatan dan keamanan distribusi informasi di masa mendatang," tambahnya.
WAMI juga menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Mereka berencana memperketat prosedur pengiriman laporan, menerapkan verifikasi berlapis, serta meningkatkan sistem keamanan data.
Pihak WAMI menganggap kejadian ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki sistem agar lebih solid. Mereka juga membuka pintu dialog seluas-luasnya bagi para anggota, musisi, organisasi musik, maupun media untuk memberikan masukan, kritik, dan saran konstruktif.
(dec/spt)































