Logo Bloomberg Technoz

APSyFI Sebut Pemerintah Harus Waspadai Kerja Sama dengan Peru

Merinda Faradianti
13 August 2025 14:20

Gulungan serat benang./Bloomberg-Angus Mordant
Gulungan serat benang./Bloomberg-Angus Mordant

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyebut pemerintah Indonesia perlu berhati-hati dan tak terlena menjalin perjanjian kerja sama dengan Peru. Terlebih lagi negara Amerika Selatan tersebut merupakan negara kompetitor ekspor RI. 

Hal ini menanggapi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Peru (IP-CEPA) yang mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp81,4 triliun (asumsi kurs Rp16.290 per dolar AS).

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil, perdagangan tekstil Indonesia ke Peru masih terlalu kecil. Ia juga menyebut, bahwa industri yabg diuntungkan dari kerja sama ini adalah garmen dan benang spun.


"Jangan sampai kita terlena dengan perjanjian dagang dengan negara yang menjadi negara kompetitor ekspor kita," katanya pada Bloomberg Technoz, Rabu (12/8/2025).

"Tetap harus hati-hati dan dikaji secara akademis multiplier effect yang terjadi jika sebuah perjanjian dagang diterapkan," tegasnya.