Meski secara ekonomi, penjualan kendaraan pribadi ini dapat menjadi pendorong dalam meningkatnya ekonomi nasional.
"Artinya, ekonomi sektor riil bergerak dan bertumbuh," sebutnya.
Berkaca dari dua hal itu, sepatutnya pemerintah secara bijak dapat mengendalikan dengan mendorong peningkatan kualitas transportasi publik yang lebih baik. Hal ini dapat menekan laju pembelian kendaraan pribadi yang bertumbuh terlalu cepat.
"Apapun itu, kiranya pemerintah bisa tetap bisa menjaga volume kendaraan pribadi. Untuk menekan kemacetan dan mendorong budaya bertransportasi publik," pungkasnya.
Sebagai catatan, penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang Juli tercatat mencapai 587.048 unit. Penjualan motor sepanjang Juli 2025 tersebut naik 15,26% dibanding penjualan bulan sebelumnya, atau Juni sebanyak 509.326 unit.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan total penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2025 mencapai 3.691.677 unit.
AISI juga mencatatkan kenaikan penjualan ekspor utuh atau completely built up (CBU) sebanyak 50.042 unit, naik dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 46.096 unit. Kendati demikian, penurunan terjadi pada penjualan ekspor untuk unit komponen yang terurai atau completely knocked down (CKD). Sepanjang Juli, CKD tercatat 678.227 unit, turun dari periode Juni sebanyak 756.611.
"Total ekspor CKD sebanyak 4.876.685 unit," tulis laporan AISI.
(ain)
































