Logo Bloomberg Technoz

Stok Beras Ritel Minim Imbas Kasus Oplosan-Penyaluran SPHP Lambat

Mis Fransiska Dewi
06 August 2025 13:40

Beras premium di minimarket. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska).
Beras premium di minimarket. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska).

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membeberkan hingga saat ini penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras Bulog ke sejumlah ritel masih minim. Hal ini menjadi alasan stok beras di sejumlah ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di Jakarta kosong.

Direktur Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan Moga Simatupang mengungkapkan dalam rapat koordinasi terbatas pada 17 Juli 2025 lalu telah diputuskan penyaluran beras SPHP didistribusikan hingga 31 Desember 2025. 

“Sejauh ini memang untuk retail modern, laporan kemarin dari Aprindo [Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia] baru 540 ton yang masuk. Kami harapkan dalam waktu dekat ini pasokan SPHP akan segera disalurkan,” kata Moga ditemui di kantornya, Rabu (6/8/2025). 


Moga memastikan pemerintah khususnya Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, Aprindo hingga Persatuan Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi) berkomitmen untuk mendistribusikan beras SPHP secepat mungkin. 

Dihubungi terpisah, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi penyaluran beras SPHP baru mencapai 8.000 ton atau hanya 0,61% dari target 1,3 juta ton hingga Desember 2025.  Sementara bantuan pangan yang disalurkan sudah mencapai 285.000 ton.