Logo Bloomberg Technoz

IFC Bank Dunia Soal Mimpi RI Jadi Raja Baterai: Pesaingnya Banyak

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 August 2025 11:00

Paket baterai LG Energy Solution Co. untuk kendaraan listrik (EV)./Bloomberg-SeongJoon Cho
Paket baterai LG Energy Solution Co. untuk kendaraan listrik (EV)./Bloomberg-SeongJoon Cho

Bloomberg Technoz, Jakarta – International Finance Corporation (IFC), lembaga keuangan afiliasi Bank Dunia (World Bank), menjabarkan sederet catatan bagi Indonesia untuk bisa mengejar cita-cita menjadi produsen baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terbesar dunia selain China.

Kepala Sektor Global untuk Otomotif, Elektronik, dan Mesin IFC Asogan Moodaly memaparkan, pada dasarnya, permintaan baterai EV dunia akan tersentral di pasar China, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa (UE). Ketiga kawasan itu juga digadang-gadang akan menentukan arah industri baterai global.

"Ketiga kawasan tersebut sebenarnya dapat menjadi pasar ekspor potensial baterai EV yang akan diproduksi Indonesia," ujarnya di sela agenda International Battery Summit, dikutip Rabu (6/8/2025).


Dengan catatan, lanjutnya, Indonesia harus menyesuaikan sejumlah regulasi dan produk baterai yang diproduksi sebab masing-masing kawasan memiliki permintaan jenis baterai serta peraturan terkait spesifikasi baterai yang berbeda.

Perbandingan adopsi EV di China, Eropa, dan AS./dok. BMI

Moodaly menyatakan IFC telah membuat riset ihwal peta jalan rantai pasok baterai EV untuk Indonesia. Salah satu aspek dalam riset tersebut adalah soal potensi pasar ekspor baterai EV global.