Meneropong Masa Depan Tren Baterai EV di RI: LFP atau NMC?
Azura Yumna Ramadani Purnama
06 August 2025 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kalangan pakar meyakini kompetisi pasar baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis litium dan nikel akan makin ketat di pasar global, kendati baterai berbasis natrium/sodium juga mulai dikembangkan. Namun, bagaimana dengan outlook trennya di Indonesia?
Dalam kaitan itu, Asosiasi Ekosistem Baterai Indonesia (AEBI) memandang baterai EV berbasis nikel-mangan-kobalt atau nickel manganese cobalt (NMC) masih akan menjadi primadona di Indonesia, sejalan dengan pasokan nikel yang melimpah di negara ini.
Akan tetapi, baterai litium ferofosfat atau lithium ferro phosphate (LFP) tetap akan menjadi pesaing ketat di pasar dalam negeri lantaran memiliki keunggulan tersendiri dari baterai MNC, menurut Ketua AEBI Reynaldi Istanto.
“Masih berkembang dua-duanya sama. Jadi keduanya hari ini sama-sama memiliki keunggulan masing-masing nikel dan litium itu sama-sama berkembang. Hari ini kondisinya 50:50. Tentu ini kita paling tidak di market kita sendiri harus kita dorong yang berbasis nikel,” kata Reynaldi ditemui di sela International Battery Summit, dikutip Rabu (6/8/2025).
Reynaldi menyebut Indonesia merupakan pasar potensial untuk EV, di mana kendaraan roda empat di Tanah Air diprediksi mencapai 30 juta dan kendaraan roda dua bisa mencapai 130 juta unit.
































