Logo Bloomberg Technoz

Waqf, yayasan yang mengelola kompleks di lereng bukit Kota Tua Yerusalem yang dikelilingi tembok, mengatakan Ben-Gvir termasuk di antara 1.250 orang yang naik ke situs tersebut dan dilaporkan berdoa, berteriak, dan menari.

Israel sendiri secara resmi menerima aturan yang membatasi ibadah non-Muslim di kompleks tersebut, yang merupakan situs tersuci ketiga umat Islam dan situs paling sakral dalam agama Yahudi.

Ben-Gvir pernah mengunjungi situs tersebut sebelumnya dan menyerukan agar orang Yahudi diizinkan beribadah di sana.

Ben-Gvir mengatakan ia berdoa agar Israel menang atas kelompok Palestina Hamas dalam perang di Gaza dan agar sandera yang ditahan di sana bisa kembali. Ia mengulangi seruannya agar Israel menaklukkan seluruh wilayah tersebut.

Saran bahwa Israel akan mengubah aturan di kompleks Al-Aqsa telah memicu kemarahan dunia Muslim dan memicu kekerasan di masa lalu. Tidak ada laporan langsung mengenai kekerasan pada Minggu.

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengecam kunjungan Ben-Gvir, yang menurutnya "melanggar semua batas merah."

"Komunitas internasional, khususnya pemerintah AS, diminta segera turun tangan untuk mengakhiri kejahatan para pemukim dan provokasi pemerintah sayap kanan ekstrem di Masjid Al-Aqsa, menghentikan perang di Jalur Gaza, dan membawa bantuan kemanusiaan," ujar Rudeineh dalam pernyataannya.

(ros)

No more pages