“Perlu diketahui bersama bahwa sekarang terumbu karang yang telah direhabilitasi di Pulau Soop melalui binaan Pertamina EP Papua Field berjumlah ± 1.894 fragmen dengan perolehan keberhasilan 88% dari total fragmen yang ditanam,” paparnya.
Dadang pun berharap program ini memberi manfaat nyata bagi warga. “Semoga kehadiran PEP Papua dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Koordinator Forum Komunikasi SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku (Pamalu), Otniel L. Wafom, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen industri hulu migas terhadap kelestarian lingkungan.
“Kegiatan hari ini bentuk nyata kontribusi industri hulu migas yang selalu menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dalam operasi hulu migas, sejalan dengan prinsip-prinsip ESG,” imbuh Otniel.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak demi keberlanjutan lingkungan. “Sinergi antara SKK Migas dan KKKS Kluster Papua Barat Daya, bersama pemangku kepentingan daerah dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan keberlanjutan lingkungan (SDGs) yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya yang diwakili Retno Widitastuti, menyambut baik kegiatan ini dan mendorong agar pelestarian lingkungan dilakukan secara luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini terus bisa dilakukan tidak hanya oleh KKKS Pertamina EP Papua Field, tetapi juga dilakukan oleh perusahaan lainnya. Karena ini adalah pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, komitmen pengelolaan lingkungan yang bisa bermanfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Retno.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dari berbagai wilayah, BBKSDA Papua Barat, Distrik Sorong Kepulauan, Yayasan Kasuari, serta masyarakat Pulau Soop.
(tim)































