Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, pasokan yang melimpah juga menjadi beban bagi harga CPO. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memperkirakan produksi CPO Negeri Harimau Malaya tahun ini diperkirakan mencapai 19,5 juta metrik ton. Naik dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 19,3 juta metrik ton.

Pada saat yang sama, ada ekspektasi penurunan permintaan. Sejumlah perusahaan kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-25 Juli turun 9,2-15,2% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya,

“Pasar menyadari bahwa ada potensi peningkatan produksi pada kuartal III. Dengan tren permintaan yang ada saat ini, tanpa peningkatan maka stok bisa naik ke atas 2,1 juta metrik ton pada Juli,” tegas Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Produksi minyak kelapa sawit./Bloomberg-Ferley Ospina

Analisis Teknikal

Bagaimana ‘ramalan; harga CPO untuk pekan ini? Apakah bakal turun lagi atau justru bangkit berdiri?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO masih bertahan di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 55.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI CPO belum jauh dari 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.

Meski begitu, investor patut waspada karena indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 99. Jauh di atas 80, yang artinya sangat jenuh beli (overbought).

Dengan demikian, ada kemungkinan harga CPO bisa turun lagi pekan ini. Target support terdekat adalah MYR 4.174/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di MYR 4.054/ton bisa menjadi target berikutnya.

Adapun target resisten terdekat adalah MYR 4.369/ton yang merupakan MA-100. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah MA-200 di MYR 4.417/ton.

(aji)

No more pages