Logo Bloomberg Technoz

Kemudian dia menyebut bahwa ketika fase golden age tak mendapat perhatian yang cukup – misalnya, anak mengalami pengabaian emosional, kurang stimulasi, atau pola asuh yang tidak responsif – dampaknya bisa muncul saat anak dewasa dalam bentuk kesulitan regulasi emosi, rasa percaya diri rendah, hambatan dalam membangun relasi sosial, sampai gangguan kecemasan.

“Fondasi yang lemah di masa kecil dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya, orang lain, dan dunia di sekitarnya,” kata Vera.

Sementara itu, lanjut dia, peran ayah kerap dianggap sekunder, padahal keberadaan dan keterlibatan emosionalnya sejak anak usia dini sangat krusial. Ayah bukan hanya “penyedia nafkah”, tapi juga figur yang membentuk identitas, rasa aman, dan kelekatan emosional anak. 

Lebih lanjut Vera, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan keterlibatan aktif ayah memiliki kemampuan sosial yang lebih baik, regulasi emosi yang lebih stabil, dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. “Isu fatherless – bukan sekadar ketiadaan fisik ayah, tetapi juga ketidakhadiran secara emosional – kini menjadi perhatian penting, karena ayah yang absen bisa meninggalkan luka perkembangan yang sulit diperbaiki di kemudian hari,” ujar dia.

(far/spt)

No more pages