“Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi perang. Saat ini, masih dianggap sebagai bentrokan bersenjata dengan penggunaan senjata berat,” ujar Phumtham kepada wartawan pada Jumat (25/7). Ia menegaskan bahwa eskalasi pertempuran semakin membahayakan warga sipil, dan pemerintah Thailand berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatan serta wilayahnya.
Jet tempur F-16 Thailand menyerang pos militer negara tetangga Kamboja, kembali memicu bentrokan yang menewaskan setidaknya 14 orang. Sengketa perbatasan antara kedua negara Asia Tenggara ini telah berlangsung puluhan tahun.
Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai konflik perbatasan terparah dalam sekitar 14 tahun terakhir, yang juga menyebabkan puluhan orang terluka di enam lokasi sepanjang perbatasan mereka.
Konfrontasi pada Kamis (24/7/2025), yang disertai laporan tembakan artileri dan roket, meletus setelah ketegangan sejak seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak pada Mei meningkat dan serangkaian peristiwa politik di Bangkok mengancam koalisi pemerintahan.
(dov/frg)































