"Yah, saya ingin dia menurunkan suku bunga. Selain itu, apa yang bisa saya katakan?" tegas Trump.
Kunjungan Trump merupakan tontonan langka. Dia menjadi presiden pertama yang mengunjungi The Fed dalam hampir dua dekade—contoh dramatis bagaimana dalam masa jabatan keduanya, ia makin menekan Powell, mengancam norma-norma lama tentang independensi dan otonomi bank sentral, agar suku bunga lebih rendah.
Masa jabatan kedua Trump di Gedung Putih ditandai dengan perluasan kekuasaan eksekutif yang membantunya mengendalikan berbagai lembaga dan industri—kecuali The Fed.
Tur dimulai dengan Trump dan Powell, yang mengenakan helm putih, berjalan menyusuri lorong remang-remang sambil berbicara dengan para wartawan. Trump menyoroti biaya renovasi gedung federal yang menurutnya terlalu tinggi.
Di tengah momen yang menegangkan, Powell yang tampak tidak nyaman membalas dan menggelengkan kepalanya saat Trump mengklaim biaya renovasi telah mencapai US$3,1 miliar.
Saat Trump menawarkan Powell selembar kertas yang dia klaim berisi rincian perkiraan baru, Powell dengan singkat memberi tahu Trump bahwa klaim revisinya mencakup gedung yang sudah selesai dibangun.
"Itu gedung ketiga," tegas Powell, menyela Trump. "Itu dibangun lima tahun lalu."
Saat ditanya salah satu wartawan apa yang akan dia lakukan jika manajer di salah satu proyek konstruksinya melebihkan anggaran, Trump menjawab dengan blak-blakan. "Secara umum, apa yang akan saya lakukan?" ucapnya. "Saya akan memecat mereka."
Powell tertawa saat Trump menepuk lengannya. Lalu, Trump melanjutkan bahwa ia tidak "ingin melibatkan masalah pribadi. Saya hanya ingin melihatnya selesai," katanya.
Adegan ini menunjukkan tidak ada banyak perbaikan hubungan di antara kedua pria tersebut, yang langsung kembali ke sikap yang mereka ambil selama berbulan-bulan.
Renovasi gedung bank tersebut memberi Trump dan sekutunya senjata lain untuk meningkatkan kritik mereka terhadap Powell, dengan memanfaatkan pembengkakkan biaya, menyebut renovasi tersebut sebagai proyek mewah yang membuang-buang uang.
Kunjungan Trump untuk melihat langsung pengerjaan renovasi tersebut membuatnya berdiri berdampingan dengan gubernur bank sentral yang sering ia kritik dan hina di media sosial.
Namun, di akhir tur, Trump ditanya apakah dia melihat bukti salah urus dan pemborosan, tetapi akhirnya enggan dijawab. Meski mengklaim melihat "situasi yang sangat mewah," dia mengaku paham bahwa langkah-langkah keamanan dan kebutuhan konstruksi di ruang bawah tanah melambungkan biayanya.
"Lihat, selalu ada orang-orang yang mengkritik setelah kejadian—saya tidak ingin seperti itu," tutur Trump. "Saya ingin membantu mereka menyelesaikannya."
Pengusaha properti yang sering memamerkan pengalamannya mengawasi proyek konstruksi besar di kota asalnya, New York, itu mengklaim pernah menangani proyek yang lebih besar dari renovasi The Fed di masa lalu dan menjaga biaya tetap terkendali. Meski begitu dia mengindikasikan tak menganggap kelebihan biaya saja cukup untuk mencopot Powell dari jabatannya.
"Saya tidak ingin memasukkan hal itu ke dalam kategori ini," beber Trump.
Dia juga berulang kali mengalihkan fokusnya kembali ke kebijakan penetapan suku bunga bank sentral.
"Saya hanya ingin melihat satu hal terjadi, sangat sederhana: suku bunga harus turun," tegasnya.
Lebih luas lagi, Trump mengatakan dia dan Powell telah mengadakan "pertemuan yang baik," tetapi menolak menjelaskan diskusi pribadi mereka tentang suku bunga, merujuk pada periode "blackout" The Fed saat ini menjelang pertemuan mereka pekan depan.
"Anda tahu, masa jabatannya akan segera berakhir. Saya pikir dia akan melakukan hal yang benar. Semua orang tahu apa yang benar," imbuhnya.
(bbn)




























