Logo Bloomberg Technoz

Di Asia Selatan, negara produsen yang menjadi pesaing Indonesia untuk produk tekstil seperti Bangladesh dihantam tarif 35% dari sebelumnya setinggi 37%. Lalu, Pakistan sebesar 29% dan India sebesar 27%.

"Waktu perundingan tinggal satu minggu, AS baru mengumumkan dengan Jepang, diberikan tarif 15% dan investasi yang dilakukan Jepang di AS itu US$550 miliar," ujarnya.

"Jadi berbagai kegiatan mulai dari power, energy, kemudian juga pharmaceutical dan seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Jepang."

Di sisi lain, Airlangga mengklaim bahwa penurunan tarif ekspor Indonesia ke AS menjadi sebesar 19% dapat menyelamatkan 1 juta pekerja sektor padat karya dalam negeri.

"Seperti kita ketahui kalau 32%, artinya tidak ada dagang dan 1 juta pekerja di sektor padat karya bisa terkena hal yang tidak kita inginkan karena kita harus mencari pasar baru yang 11% itu. Untuk mencari pangsa pasar baru yang 11% itu bukan sesuatu langkah yang seperti tinggal membalik tapak tangan," ungkapnya.

Selain itu, Airlangga mengonfirmasi pernyataan bersama atau joint statement Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang dirilis Gedung Putih pada 22 Juli lalu telah disepakati kedua belah pihak.

Secara umum, lanjutnya, joint statement menggambarkan kesepakatan yang telah dibahas oleh AS dan Indonesia. Kesepakatan tersebut menunjukkan poin-poin penting dan komitmen politik yang akan menjadi dasar perjanjian perdagangan.

"Nah, tentu akan dilanjutkan dengan pembahasan lanjutan yang menyangkut kepentingan kedua negara," tuturnya.

Menurutnya, perundingan kedua negara masih akan terus berlanjut untuk membicarakan ihwal kesepakatan teknis karena masih terdapat beberapa kepentingan yang dijanjikan dan ditindaklanjuti, seperti beberapa komoditas yang akan dikenai tarif di bawah 19%.

(mfd/ros)

No more pages