Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, fokus pelaku pasar kini tertuju pada rencana tarif baru. Presiden Donald Trump tengah menyiapkan tarif khusus sektor industri yang akan berlaku bersamaan dengan tarif berbasis negara mulai dua pekan mendatang. Menurut sumber Bloomberg, rincian rencana bea masuk tembaga sebesar 50% dapat diumumkan beberapa hari sebelum diberlakukan pada 1 Agustus.

Dari sisi emiten, saham Sarepta Therapeutics Inc. anjlok 36% dan menyentuh harga terendah sejak 2016 setelah otoritas FDA menyatakan sedang menyelidiki apakah terapi gen Elevidys milik perusahaan masih layak beredar di pasar.

Pasar saham AS relatif stabil setelah pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Juli untuk mendukung pasar tenaga kerja. Ia menyebutkan bahwa dengan risiko inflasi yang kian terkendali, penurunan bunga sebaiknya dilakukan sebelum pasar tenaga kerja mulai melemah.

S&P 500 tercatat sudah sembilan sesi perdagangan berturut-turut tanpa pergerakan lebih dari 0,61% ke salah satu arah, menurut data Bloomberg. Dengan masuknya The Fed ke masa blackout menjelang keputusan suku bunga pada 30 Juli, investor kini berspekulasi apa yang bisa mendorong indeks keluar dari kisaran sempit tersebut.

Dari sisi makroekonomi, pembangunan rumah baru di AS naik pada Juni, didorong oleh pembangunan hunian multifamily. Namun, segmen rumah tapak (single-family) masih lemah akibat kelebihan pasokan dan masalah keterjangkauan harga.

Sementara itu, saham-saham yang terpapar pasar kripto menguat setelah Kongres AS mengesahkan RUU stablecoin, membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas dalam sistem keuangan. Coinbase Global Inc. dan Galaxy Digital mencatat kenaikan harga saham.

Dari sektor manufaktur, saham 3M Co. turun 3,7% meskipun perusahaan menaikkan proyeksi laba dan melampaui estimasi analis pada kuartal kedua. Di bawah kepemimpinan CEO William Brown, strategi restrukturisasi mulai menunjukkan hasil. Saham 3M sudah naik 19% sepanjang tahun ini, mengungguli kenaikan S&P 500 sebesar 7,1%, dan sempat menyentuh level tertinggi sejak September 2021 pada hari Kamis sebelum rilis laporan keuangan.

Ke depan, sektor otomotif akan menjadi sorotan, terutama karena menjadi target utama dalam perang dagang Trump. Investor akan mencermati apakah kinerja keuangan emiten sejalan dengan reli saham yang terjadi sejak titik terendah tahun ini.

General Motors Co., Tesla Inc., dan Volkswagen AG dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan depan, disusul Ford Motor Co., Stellantis NV, Mercedes-Benz Group AG, dan BMW AG di pekan berikutnya. Toyota Motor Corp. dari Jepang dan Geely Automobile Holdings Ltd. dari China akan menyusul bulan depan.

(bbn)

No more pages