Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Menguat di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

News
17 July 2025 07:50

Kapal tanker minyak Laut Iberia./Bloomberg-James MacDonald
Kapal tanker minyak Laut Iberia./Bloomberg-James MacDonald

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mengalami kenaikan tipis setelah penurunan selama tiga hari berturut-turut, seiring para pelaku pasar mencermati data persediaan minyak AS dan perkembangan terbaru dalam perang dagang yang dipimpin oleh Washington.

West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level US$67 per barel, setelah sebelumnya merosot sekitar 3% dalam tiga sesi perdagangan terakhir. Sementara itu, acuan global Brent ditutup di bawah US$69. Data pemerintah AS yang dirilis pada Rabu (16/7) menunjukkan hasil yang beragam, dengan peningkatan pada persediaan distilat namun penurunan pada cadangan minyak mentah secara nasional.


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mengirimkan surat kepada lebih dari 150 negara untuk memberitahukan tarif baru, yang disebut-sebut bisa mencapai 10% hingga 15%. Para investor juga mencermati sikap Trump terhadap Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, setelah sang presiden membantah rencana untuk memecatnya.

Harga minyak menunjukkan tren menguat sepanjang bulan ini—melanjutkan kenaikan sejak Mei—meskipun kekhawatiran terhadap dampak negatif dari kebijakan tarif Trump terhadap permintaan global masih membayangi pasar. Kekhawatiran utama pasar saat ini adalah potensi kelebihan pasokan di akhir tahun, seiring turunnya permintaan musiman dan kembalinya pasokan dari negara-negara anggota OPEC+.