Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Dibuka Lesu Akibat Isu Pemecatan Powell

News
17 July 2025 06:30

Ilustrasi aktivitas pekerja pada perdagangan bursa Asia. (Dok Bloomberg)
Ilustrasi aktivitas pekerja pada perdagangan bursa Asia. (Dok Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Pasar saham berjangka Asia bergerak tanpa arah yang jelas pada Kamis (17/7) pagi, setelah dolar AS melemah dan saham-saham di Wall Street ditutup naik dalam perdagangan yang volatil menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meredam spekulasi pemecatan Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Trump mengatakan dirinya “tidak berencana melakukan apa pun” untuk mencopot Powell, setelah sebelumnya seorang pejabat Gedung Putih menyebut presiden kemungkinan besar akan segera berupaya mengganti Gubernur The Fed. Spekulasi awal itu sempat membuat dolar, saham AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun, sebelum klarifikasi Trump meredakan kekhawatiran pasar.


Indeks S&P 500 ditutup naik 0,3%, sementara kenaikan 0,1% pada Nasdaq 100 mendorong indeks teknologi tersebut ke level penutupan tertinggi yang baru. Indeks dolar AS melemah 0,3% pada Rabu, mengakhiri tren kenaikan selama empat hari berturut-turut. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun turun lima basis poin, dan imbal hasil obligasi 10 tahun turun tiga basis poin.

Pergerakan pasar ini turut dipengaruhi oleh data indeks harga produsen (IHP) AS yang lebih rendah dari perkiraan, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)