Logo Bloomberg Technoz

"Saya pikir ini menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar netral, tidak benar-benar independen," kata Hassett.

'Siap Melayani'

Dulu dikenal sebagai ekonom konservatif yang moderat dan dekat dengan tokoh Partai Republik seperti Mitt Romney, Hassett kini sepenuhnya masuk dalam orbit politik Trump. Berbeda dengan pendahulunya di NEC seperti Gary Cohn yang mencoba meredam kebijakan tarif Trump — dan tak bertahan lama — Hassett justru mendukung penuh agenda Trump dalam berbagai isu ekonomi: mulai dari perdagangan, pajak, inflasi, hingga suku bunga.

Itulah yang dibutuhkan di dunia Trump, menurut Stephen Myrow, yang menjalankan Beacon Policy Advisors, sebuah firma riset di Washington.

“Siapa pun yang bisa bertahan selama ini bersama Trump, pasti tidak membawa ideologi pribadi,” kata Myrow. “Mereka bukan datang untuk membela suatu mazhab kebijakan moneter. Mereka datang untuk melayani Trump.”

Namun, belum jelas bagaimana prinsip “melayani Trump” akan diterjemahkan dalam jabatan Gubernur The Fed — posisi yang secara tradisional dipisahkan dari agenda politik pemerintah.

Pemilihan ketua bank sentral ini akan menentukan arah triliunan dolar. Para ekonom menilai independensi The Fed penting untuk menekan inflasi. Jika pemimpinnya dianggap tunduk pada Gedung Putih, pasar obligasi bisa terguncang. Ancaman Trump untuk memecat Powell pun selama ini telah memicu kegelisahan di kalangan pelaku pasar.

Trump justru berpendapat sebaliknya, bahwa suku bunga yang tinggi membuat biaya pembayaran utang pemerintah AS semakin besar — hingga ratusan miliar dolar per tahun.

'Individu Paling Berkualitas'

Menurut Bessent dalam wawancaranya di Bloomberg TV, proses pencarian pengganti Powell secara resmi telah dimulai. Selain dirinya, lingkaran dalam yang terlibat meliputi Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles — penasihat kepercayaan Trump dalam banyak penunjukan penting, termasuk strategi ekonomi jelang pemilu sela tahun depan.

Sejumlah penasihat menyebut Trump sangat terlibat dalam proses ini. Salah satu sumber menyebut wawancara akan berlangsung cepat karena Trump cenderung langsung mengambil keputusan setelah punya gambaran awal.

Hassett telah mengungkapkan keinginan besarnya untuk menjabat posisi tersebut kepada rekan-rekan di dalam dan luar pemerintahan — meskipun ia tetap bersikap hati-hati saat ditanya dalam wawancara.

Saat ditanya apakah Bessent adalah kandidat utama pengganti Powell, Trump menjawab, “Dia salah satu opsinya,” sambil memuji kinerja sang Menteri Keuangan.

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, mengatakan, “Dengan krisis inflasi Joe Biden yang kini sudah berlalu, Presiden Trump menegaskan perlunya kebijakan moneter The Fed yang mendukung agenda pertumbuhan. Ia akan terus mencalonkan individu terbaik untuk melayani rakyat Amerika.”

Sebagai kepala NEC, Hassett mendapat keuntungan karena berkantor di West Wing, hanya beberapa langkah dari Oval Office. Warsh, yang pernah menjadi Gubernur The Fed, justru lebih sering bolak-balik antara Hoover Institution di California dan New York. Trump sendiri sempat mewawancarai Warsh untuk posisi Gubernur The Fed pada 2017, tetapi akhirnya memilih Powell karena menganggap Warsh terlalu konservatif dan terlalu muda.

Karier Hassett mencakup berbagai posisi penting, termasuk di Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih selama masa jabatan pertama Trump, serta di The Fed dan lembaga pemikir konservatif American Enterprise Institute. Ia dikenal sebagai pakar perpajakan, dan pernah menulis buku kontroversial berjudul Dow 36,000, yang memprediksi lonjakan indeks saham AS — prediksi yang baru terbukti lebih dari 20 tahun kemudian.

'Sangat Membingungkan'

Selama masa jeda kekuasaannya di Florida, Hassett — yang saat itu juga bekerja untuk perusahaan investasi Jared Kushner — sering berdiskusi dengan Trump tentang ekonomi.

Keduanya dikenal memiliki pola pikir yang mirip, termasuk dalam menyimpan dendam terhadap orang-orang yang dianggap mengecewakan. Powell telah lama menjadi sasaran kritik Trump sejak diangkat sebagai Gubernur The Fed. Julukan “Terlalu Lambat” hingga sindiran keras lain kerap dilontarkan, terutama sejak masa jabatan kedua Trump.

Bank sentral AS telah menahan suku bunga tetap tahun ini, setelah sebelumnya menurunkannya satu persen pada akhir 2024. Pejabat The Fed berpendapat bahwa mereka butuh waktu untuk melihat apakah tarif benar-benar akan mendorong inflasi, seperti yang diperkirakan sebagian besar ekonom. Data indeks harga konsumen (IHK) terbaru menunjukkan mulai munculnya kenaikan harga karena biaya perdagangan, dan pasar memperkirakan The Fed kemungkinan tetap akan menahan suku bunga pada pertemuan 29–30 Juli mendatang.

Kevin Hassett berbicara kepada media di luar Gedung Putih pada Mei 2025. (Fotografer: Stefani Reynolds/Bloomberg)

Hassett, dalam wawancara di Fox, menggemakan julukan “terlalu lambat” Trump dan menuding The Fed tertinggal dibandingkan bank sentral negara lain. Ia juga turut mengkritik proyek renovasi kantor pusat The Fed yang dianggap terlalu mewah dan mahal — yang kini menjadi bahan baru serangan Trump terhadap Powell.

Tujuan lain dari tekanan ini kemungkinan adalah mendorong Powell untuk mundur sepenuhnya saat masa jabatannya sebagai Gubernur The Fed berakhir Mei tahun depan, alih-alih tetap bertahan sebagai anggota dewan gubernur hingga 2028. Pemerintahan Trump menilai, siapapun Gubernur The Fed berikutnya — baik Hassett atau kandidat lain — harus diberi ruang yang jelas untuk memimpin.

“Secara tradisional, Gubernur The Fed juga mundur dari posisinya sebagai dewan gubernur,” kata Bessent. “Ada banyak perbincangan soal ‘shadow chairman’ yang bisa membingungkan pasar, dan saya yakin kehadiran mantan Gubernur The Fed sebagai anggota dewan hanya akan menambah kebingungan.”

(bbn)

No more pages