Logo Bloomberg Technoz

Data Institut Kesehatan Carlos III dari periode antara 16 Mei dan 13 Juli, mencatat peningkatan suhu yang sangat tajam pada pekan pertama Juli.

Data tersebut menunjukkan "adanya intensitas luar biasa, yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata yang belum pernah terjadi sebelumnya dan peningkatan signifikan angka kematian akibat gelombang panas," kata kementerian tersebut.

Selama periode tersebut, terdapat 76 peringatan merah terkait panas ekstrem, dibandingkan dengan tidak ada sama sekali peringatan pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Institut Kesehatan Carlos III, musim panas lalu ada 2.191 orang meninggal dunia dengan sebab terkait dengan suhu panas di Spanyol.

Data dari Spanyol ini merupakan hasil analisis ilmiah cepat yang diterbitkan pada 9 Juli, yang menyebut sekitar 2.300 orang meninggal akibat sebab terkait panas di 12 kota di Eropa selama gelombang panas parah dalam 10 hari hingga 2 Juli.

Belum jelas apakah studi yang dilakukan para ilmuwan dari Imperial College London dan London School of Hygiene and Tropical Medicine menggunakan metodologi yang sama dengan data Spanyol.

(ros)

No more pages