Logo Bloomberg Technoz

1.180 Orang di Spanyol Meninggal Dunia akibat Gelombang Panas

Rosmayanti
15 July 2025 16:00

Pejalan kaki memegang kipas untuk melindungi dari sinar matahari selama gelombang panas. (Jeenah Moon/Bloomberg)
Pejalan kaki memegang kipas untuk melindungi dari sinar matahari selama gelombang panas. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - 1.180 orang dilaporkan meninggal dunia selama dua bulan terakhir, akibat gelombang panas yang intens melanda sejumlah wilayah di Spanyol.

Kementerian Lingkungan Hidup Spanyol menyebut angka kematian tersebut melonjak signifikan dari hanya 70 orang yang meninggal pada periode yang sama tahun 2024, yang menyoroti dampak parah dari suhu ekstrem baru-baru ini.

Melansir Independent, Selasa (15/7/2025), sebagian besar korban meninggal berusia di atas 65 tahun, di mana lebih dari separuhnya adalah perempuan.


Wilayah utara Galicia, La Rioja, Asturias, dan Cantabria, yang dikenal dengan musim panas yang lebih sejuk, terdampak paling parah, mengalami kenaikan suhu yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Spanyol menghadapi gelombang panas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir, di mana suhu seringkali melebihi 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit), menunjukkan tantangan yang dihadapi negara-negara Eropa Barat lainnya.