Alasan RI Mau Tambah Impor Jutaan Ton Nikel Filipina Tahun Ini
Redaksi
15 July 2025 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penambang nikel mengonfirmasi Indonesia memang berpotensi menambah impor bijih nikel dari Filipina pada tahun ini, tetapi kemungkinan tidak akan sampai 10 juta ton sebagaimana diklaim oleh DMCI Holdings Inc.
Anggota dewan Penasihat Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Djoko Widajatno mengatakan tujuan Indonesia menambah impor bijih nikel dari Filipina adalah untuk menstabilkan produksi smelter di dalam negeri saat pasokan terhambat.
“Impornya kurang dari 10 juta ton karena harga pengolahan nikel dari Filipina yang kadar 1,4% akan lebih mahal, sedangkan harga dan pasar feronikel turun yang akan mengurangi keuntungan perusahaan,” terangnya saat dihubungi, Selasa (15/7/2025).
Djoko menjelaskan kondisi harga bijih nikel lokal saat ini tengah naik, tetapi masih lebih murah dibandingkan dengan bijih yang diimpor dari Filipina. Di sisi lain, harga nikel global dan olahan masih dalam tren tekanan karena oversupply.
Nikel di London Metal Exchange (LME) diperdagangkan di harga US$15.064/ton hari ini, turun 0,88% dari penutupan hari sebelumnya. Harga nikel telah anjlok dari rekor tertingginya di atas US$20.000/ton pada rentang 2022—2023.

































