Maskapai Eropa Peringatkan Kenaikan BBM Dibebankan ke Penumpang
News
19 March 2026 20:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Maskapai-maskapai besar Eropa memperingatkan bahwa kenaikan biaya bahan bakar pada akhirnya akan dibebankan kepada penumpang, seiring eskalasi perang di Iran dan masih tertahannya kapal tanker minyak di Teluk Persia.
Sejumlah maskapai di kawasan tersebut memang telah melakukan lindung nilai (hedging) sehingga terlindungi dalam jangka pendek dari lonjakan harga minyak. Namun, setiap tambahan biaya tetap akan berujung pada harga tiket yang lebih tinggi, ujar CEO Ryanair Holdings Plc Michael O’Leary.
“Rata-rata keuntungan di perusahaan saya sekitar 10 euro per penumpang,” kata CEO Deutsche Lufthansa AG Carsten Spohr dalam sebuah konferensi industri di Brussels. “Tidak mungkin kami bisa menyerap biaya tambahan.”
Perang yang berkepanjangan memicu kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan bahan bakar, setelah kapal tanker minyak terhambat melintasi Selat Hormuz. Bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya terbesar bagi maskapai, dan lonjakan harga minyak Brent yang menembus 118 dolar AS per barel memaksa sejumlah maskapai menerapkan biaya tambahan bahan bakar hingga membatalkan beberapa penerbangan.
Sebagai respons, penumpang bergegas membeli tiket lebih awal untuk mengunci harga yang lebih rendah. Maskapai di Amerika Serikat menjadi yang pertama mencatat lonjakan permintaan ini, dengan pemesanan yang sangat kuat terutama dari pelancong kelas premium dan bisnis.




























