Logo Bloomberg Technoz

Bank Sentra Eropa Tahan Suku Bunga, Waspadai Dampak Perang Iran

News
19 March 2026 21:10

Gubernur ECB Christine Lagarde. (Liesa Johannssen/Bloomberg)
Gubernur ECB Christine Lagarde. (Liesa Johannssen/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mempertahankan suku bunga untuk keenam kalinya berturut-turut, sembari memperingatkan bahwa perang di Iran dapat mengubah proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga deposit ditahan di level 2% pada Kamis, (19/3/2026) sesuai dengan seluruh proyeksi analis dalam survei Bloomberg. Dalam pernyataannya, pejabat ECB menilai posisi tersebut masih memadai dan menegaskan bahwa kebijakan akan ditentukan secara bertahap pada setiap pertemuan.

“Perang di Timur Tengah telah membuat prospek menjadi jauh lebih tidak pasti, menciptakan risiko kenaikan terhadap inflasi dan risiko penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi,” tulis ECB. “Konflik ini akan berdampak signifikan terhadap inflasi jangka pendek melalui kenaikan harga energi. Dampak jangka menengah akan bergantung pada intensitas dan durasi konflik, serta bagaimana harga energi memengaruhi harga konsumen dan perekonomian.”


Di tengah gejolak terbaru di pasar minyak dan gas, ECB kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan inflasi kembali ke target 2% dalam jangka menengah.

Pelaku pasar tetap bertaruh pada kenaikan suku bunga, dengan dua kali kenaikan masing-masing 25 basis poin telah sepenuhnya diperkirakan tahun ini, serta peluang sekitar 50% untuk kenaikan ketiga. Obligasi pemerintah Jerman mempertahankan pelemahan sebelumnya, dengan imbal hasil tenor dua tahun naik 11 basis poin menjadi 2,56%. Sementara itu, euro menguat sekitar 0,4% terhadap dolar AS ke level US$1,1500.