Soekarno-Hatta Melonjak di Daftar Bandara Terbaik Dunia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bandara internasional di Indonesia kembali mencatatkan prestasi di panggung global setelah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang berhasil menembus peringkat ke-22 dalam daftar World’s Top 100 Airports 2026. Peringkat ini diumumkan oleh Skytrax dalam ajang World Airport Awards yang digelar di London pada 18 Maret 2026 waktu setempat.
Kenaikan tersebut menjadi pencapaian penting bagi industri kebandarudaraan Indonesia karena menandakan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas bandara dalam beberapa tahun terakhir. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga mencatatkan kemajuan dengan naik lima peringkat menjadi posisi ke-67 dunia.
Kedua bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports yang merupakan bagian dari holding BUMN sektor pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Perusahaan ini saat ini mengelola 37 bandara di berbagai wilayah Indonesia.
Pencapaian terbaru ini menunjukkan bahwa bandara-bandara utama Indonesia semakin kompetitif di tingkat global, terutama dalam menghadirkan layanan yang lebih modern, nyaman, serta sesuai dengan standar internasional bagi para penumpang.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menilai hasil ini merupakan refleksi dari transformasi yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan kualitas pelayanan bandara.
“Pencapaian dua bandara tersibuk di Indonesia ini tidak lepas dari program transformasi yang terus kami jalankan sejak tahun 2024 untuk melayani sepenuh hati dan menghadirkan layanan berstandar global. Transformasi berjalan baik berkat dukungan regulator dan seluruh pemangku kepentingan strategis termasuk pengguna jasa bandara. Kami berkomitmen menjadikan bandara sebagai wajah kebanggaan bangsa,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Transformasi Bandara Dorong Peningkatan Peringkat
InJourney Airports menjalankan program transformasi yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu peningkatan infrastruktur dan fasilitas, penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia dalam pelayanan bandara.
Pendekatan tersebut dikenal dengan konsep Premises, Process, dan People. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para pengguna jasa bandara atau travelers.
Hasil transformasi tersebut terlihat dari tren kenaikan peringkat dua bandara utama Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Bandara Soekarno-Hatta secara konsisten mengalami peningkatan dari posisi ke-28 dunia pada 2024, naik ke peringkat ke-25 pada 2025, dan kini mencapai posisi ke-22 pada 2026.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menunjukkan perkembangan serupa. Pada 2024 bandara ini berada di peringkat ke-74 dunia, kemudian naik ke posisi ke-72 pada 2025, dan kini melesat ke posisi ke-67 pada 2026.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyebut tren ini sebagai indikator bahwa transformasi yang dilakukan perusahaan berjalan sesuai arah yang ditetapkan.
“Tren peningkatan ini menunjukkan konsistensi perbaikan layanan dalam tiga tahun terakhir, dan menandakan bahwa transformasi bandara berjalan pada jalur dan arah yang tepat.”
Menurut Achmad Syahir, perubahan budaya kerja yang lebih berorientasi pada pelanggan juga menjadi bagian penting dari proses transformasi tersebut.
“Melalui transformasi ini kami memperkuat kultur customer-centric yang mendorong organisasi menjadi proaktif dan prediktif untuk pelayanan yang lebih baik. Kami berharap peningkatan kualitas layanan ini dapat dirasakan langsung oleh pengguna jasa bandara khususnya di Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara pilot project dalam transformasi,” jelas Achmad Syahir.
Upaya peningkatan kualitas bandara dilakukan melalui berbagai langkah nyata. Di Bandara Soekarno-Hatta misalnya, dilakukan beautifikasi Terminal 3 untuk meningkatkan kenyamanan dan estetika area terminal.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang dirancang untuk memberikan pelayanan khusus bagi jamaah haji dan umrah yang berangkat dari Indonesia.
Terminal 1C yang sebelumnya tidak beroperasi juga telah diaktifkan kembali dengan tampilan baru. Desain terminal tersebut memadukan konsep modern dengan unsur tradisional khas Indonesia.
Sementara itu, di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berbagai peningkatan fasilitas juga dilakukan. Di antaranya optimalisasi fasilitas terminal, perluasan akses jalan menuju bandara, serta pembangunan taman air yang menambah daya tarik area bandara.
Bandara ini juga mengoperasikan jembatan penyeberangan orang atau JPO yang dirancang dengan konsep estetis dan megah untuk menghubungkan terminal dengan area parkir kendaraan. Pada area tersebut juga tersedia titik penjemputan yang dirancang lebih nyaman bagi penumpang.
Selain masuk daftar 100 bandara terbaik dunia, Bandara Soekarno-Hatta juga meraih beberapa penghargaan lain dalam ajang World Airport Awards 2026.
Bandara ini naik peringkat dalam daftar bandara terbaik di Asia dari posisi ke-9 menjadi ke-8. Dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang 60 hingga 70 juta orang per tahun, Soekarno-Hatta juga berada di peringkat ke-2 dunia.
Tidak hanya itu, Bandara Soekarno-Hatta juga berhasil masuk dalam Top 10 untuk kategori Best Airport Staff in Asia 2026 serta World’s Best Immigration Service 2026.
World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax merupakan salah satu penghargaan paling prestisius dalam industri kebandarudaraan global. Penilaian dilakukan melalui World Airport Survey yang melibatkan penumpang dari lebih dari 100 negara.
Survei tersebut berlangsung pada Agustus 2025 hingga Februari 2026. Penilaian mencakup berbagai aspek pengalaman penumpang di bandara mulai dari proses check-in, kedatangan, transit, area komersial, keamanan dan imigrasi hingga gate keberangkatan.
Ke depan, InJourney Airports menargetkan pencapaian yang lebih tinggi bagi Bandara Soekarno-Hatta. Perusahaan menargetkan bandara terbesar di Indonesia tersebut dapat masuk dalam daftar 10 bandara terbaik dunia pada 2029.
Pada tahun yang sama, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai juga ditargetkan meraih Airport Council International Customer Experience Accreditation Level 5 sebagai pengakuan atas kualitas layanan kelas dunia yang diberikan kepada para penumpang.






























