Tarif Tembaga 50% dari Trump: Baterai hingga Militer Kena Imbas
Mis Fransiska Dewi
12 July 2025 20:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan tarif 50% atas impor tembaga bakal menekan industri yang mengandalkan tembaga; mulai dari baterai, semikonduktor, hingga bahan baku rantai pasok industri militer.
“Semikonduktor, militer, dan baterai seiring dengan potensi kenaikan biaya produksi. Selain itu juga berpotensi berdampak pada kenaikan inflasi pada beberapa sektor,” kata Vice President, Head of Marketing, Strategy and Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Audi memaparkan, berdasarkan data yang dia himpun, AS melakukan impor tembaga dari Indonesia senilai US$20,3 juta atau meningkat 150% secara tahunan atau year on year (yoy) pada 2024.
Hal ini sejalan dengan momentum ekspor refined copper sebelum implementasi larangan ekspor konsentrat per Januari 2025.
“Artinya kami melihat AS masih merupakan pengguna minor tembaga Indonesia, meski pertumbuhan ekspornya tinggi. Negara tujuan 3 besar utama ekspor tembaga Indonesia per Agustus 2024 yaitu Filipina, Korea Selatan, dan Spanyol,” ujarnya.
































