"Kami tidak terlalu kuat untuk bisa merangkul perempuan-perempuan Indonesia, tangan kami tidak terlalu kuat untuk bisa memeluk anak-anak Indonesia,"ujarnya.
Arifah juga menyebut mendapatkan masukkan dari antar kementerian untuk solusi kasus kekerasan perempuan dan anak melalui pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar hari ini, Kamis(10/7/2025), bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Dari RTM tersebut, pihak PPPA akan menggelar acara Car Free Day pada 20 Juli mendatang. Tema acara tersebut yakni bermain bersama permainan tradisional.
"Kenapa kami menampilkan atau fokus utama kami adalah permainan tradisional? karena kami ingin mengurangi waktu anak-anak bermain gawai dengan permainan tradisional,"harapannya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudyaan (Menko PMK), Pratikno mengatakan berdasarkan arahan Presiden Prabowo untuk melakukan penjagaan penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan secara serius di Indonesia.
"Jadi di dalam Rapat Tindak Menteri ini tadi, kita menginisiasi untuk melakukan perluasan Inpres nomor 5 tahun 2014 tentang gerakan nasional anti kejahatan seksual terhadap anak. Untuk diperluas menjadi Inpres gerakan nasional anti kekerasan terhadap anak dan perempuan,"katanya.
Lebih lanjut, Pratikno menjelaskan berdasarkan arahan Inpres (Instruksi Presiden) bahwa kekerasan dalam artian yang umum bukan hanya kekerasan seksual tetapi bentuk kekerasan-kekerasan yang lain termasuk kekerasan verbal. Fokusnya tak cuma terhadap anak melainkan juga perempuan.
"Tentu saja dalam Inpres ini kita targetnya bukan hanya mendorong sinergi sinkronisasi di antara lembaga pemerintah baik itu dalam membangun ekosistem penjagaan, penanganan dan juga rehabilitasi. Tetapi juga bagaimana kita mendorong masyarakat untuk terlibat aktif di dalam pengembangan ekosistem anti kekerasan terhadap perempuan dan anak ini,"ujarnya.
"Jadi kita akan mempromosikan anti kekerasan termasuk ekosistem di sekolah, ekosistem di kota, di desa, di tempat kerja dan lain-lain.Sampai kita bahas tadi juga penanganan kekerasan,hingga juga rehabilitasi terhadap korban. Ini membutuhkan kerja di antara lembaga pemerintahan di pusat dan daerah. Tapi lebih dari itu juga kelebihan dari seluruh peran masyarakat mulai dari keluarga, mulai dari komunitas, masyarakat, organisasi-organisasi sosial, keagamaan,"tutupnya.
(dec/spt)































