FOMC dengan suara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga untuk keempat kalinya berturut-turut dalam kisaran 4,25%-4,5%. Hal ini memicu kritik lagi dari Presiden Donald Trump, yang berulang kali meminta biaya pinjaman diturunkan.
Komplikasi Tarif
Risalah rapat ini menggarisbawahi bagaimana kebijakan ekonomi yang berkembang cepat mempersulit perhitungan kebijakan The Fed tahun ini. Trump memperluas penerapan tarif pada mitra dagang AS, sembari terus melanjutkan perubahan kebijakan pajak, imigrasi, dan regulasi—semuanya berkontribusi pada ketidakpastian ekonomi.
"Para anggota menilai ketidakpastian tentang prospek meningkat di tengah perkembangan kebijakan perdagangan, kebijakan pemerintah lainnya, dan risiko geopolitik, tetapi secara keseluruhan ketidakpastian telah berkurang sejak rapat sebelumnya," bunyi risalah rapat tersebut.
Sebagian besar ekonom memperkirakan tarif akan mengungkit inflasi dan membebani pertumbuhan ekonomi. Gubernur The Fed, Jerome Powell mengatakan bank sentral kemungkinan akan menurunkan suku bunga lebih lanjut tahun ini jika tidak ada tarif.
Namun, data ekonomi sejauh ini belum menunjukkan dampak yang luas dari tarif. Sehingga, memicu perdebatan di antara para pembuat kebijakan mengenai kapan, seberapa besar, dan berapa lama tarif pada akhirnya akan mengerek harga.
Para pembuat kebijakan selanjutnya akan meninjau rilis data harga konsumen (CPI) Juni pada 15 Juli.
Pendekatan Hati-hati
Sejak pertemuan Juni, Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller dan Michelle Bowman, mengemukakan kemungkinan penurunan suku bunga secepatnya bulan ini, dengan alasan data inflasi moderat.
Risalah rapat menunjukkan "beberapa" pembuat kebijakan menyatakan terbuka mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed 29-30 Juli nanti.
Sebagian besar pembuat kebijakan menilai bahwa "sedikit penurunan" suku bunga acuan The Fed kemungkinan akan tepat tahun ini.
Namun, sebagian besar pejabat The Fed berpendapat bahwa ekonomi AS yang secara keseluruhan stabil memberi mereka ruang untuk bersabar dalam menyesuaikan suku bunga. Para pembuat kebijakan memandang pertumbuhan ekonomi "kuat" dan tingkat pengangguran "rendah."
"Para anggota sepakat bahwa meski ketidakpastian inflasi dan prospek ekonomi telah berkurang, pendekatan hati-hati dalam menyesuaikan kebijakan moneter tetap diperlukan," isi notulen tersebut.
Data pasar tenaga kerja yang dirilis pekan lalu menunjukkan beberapa pelemahan, tetapi secara keseluruhan mencerminkan stabilitas. Hal ini kemungkinan mengurangi tekanan pada pembuat kebijakan untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Juli.
Kontrak berjangka dana The Fed menunjukkan investor memperkirakan penurunan suku bunga pada September dan Desember.
Para pembuat kebijakan juga terus membahas tinjauan berkala terhadap kerangka kerja bank sentral, dokumen strategi yang memandu pejabat menerapkan kebijakan moneter. Risalah rapat menunjukkan mereka mengadakan diskusi awal tentang peningkatan alat komunikasi The Fed, termasuk kemungkinan perubahan pada Ringkasan Proyeksi Ekonomi Triwulanan dan "penggunaan skenario alternatif yang lebih luas."
(bbn)






























