Logo Bloomberg Technoz

Namun, perwakilan dari Cosmoship, pemilik kapal bernama Eternity C, menyampaikan bahwa dua orang terluka dan dua lainnya hilang dalam insiden tersebut. Pihak perusahaan belum merespons panggilan pada Selasa.

"Insiden-insiden ini menunjukkan kurangnya kepedulian Houthi terhadap nyawa manusia, karena mereka terus menjadikan para pelaut sebagai pion dalam konflik strategis mereka," ujar Jakob Larsen, Kepala Keamanan dan Keselamatan di BIMCO, asosiasi pelayaran terbesar di dunia.

Kapal Eternity C diketahui tengah mengangkut gandum ke Somalia untuk World Food Programme dan diserang setelah menyelesaikan pengiriman.

Serangan terbaru ini terjadi sekitar 51 mil laut di sebelah barat pelabuhan Hodeida, Yaman, tak lama setelah Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal lain di wilayah yang sama. Pada Minggu, mereka meluncurkan drone dan rudal ke kapal Magic Seas, sebuah kapal Ultramax milik perusahaan Yunani, Stem Shipping, seperti yang disampaikan juru bicara Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan televisi.

Menurut Saree, kapal Magic Seas diserang karena sebelumnya pernah berlabuh di pelabuhan Israel. Hingga kini, pihak Stem Shipping belum memberikan komentar.

Houthi mulai menargetkan kapal-kapal dagang sejak akhir 2023 sebagai respons terhadap perang Israel di Gaza.

Aksi mereka telah menyebabkan banyak kapal menghindari kawasan tersebut, yang berdampak pada penurunan tajam trafik di Terusan Suez — jalur perdagangan krusial antara Asia dan Eropa. Meskipun sempat tidak ada serangan baru, trafik melalui Suez tetap rendah pada paruh pertama 2025. Pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menengahi gencatan senjata antara AS dan Houthi untuk melindungi kapal-kapal AS.

Namun, kembalinya serangan—terutama yang berskala besar—diperkirakan akan kembali membuat banyak pemilik kapal dan awak enggan melewati kawasan ini, sekaligus mendorong naiknya tarif pengangkutan dan biaya asuransi.

Pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan bahwa kapal Safeen Prism, yang dioperasikan oleh AD Ports Group, merespons panggilan darurat dari Magic Seas dan berhasil menyelamatkan seluruh 22 awak di dalamnya.

Sebagai balasan atas serangan terhadap Magic Seas, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Minggu melancarkan serangan udara ke pelabuhan Al Hudaydah, Ras Issa, dan Al-Salif di Laut Merah, serta ke pembangkit listrik di Al Hudaydah, menurut pernyataan mereka di akun X.

Israel juga menyerang kapal Galaxy Leader, yang telah disita oleh Houthi sejak November 2023, dan menuduh kapal tersebut digunakan untuk “melacak kapal-kapal internasional dalam operasi teror.”

Menurut Larsen dari BIMCO, meskipun serangan-serangan ini mungkin tidak langsung mengubah pola pelayaran global, mereka tetap berpotensi meningkatkan premi asuransi bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut.

(bbn)

No more pages