“Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan tarif sebesar 32% kepada Indonesia atas semua produk Indonesia yang dikirim ke AS, terpisah dari semua tarif sektoral. Barang yang dikirim ulang [transshipped] untuk menghindari tarif yang lebih tinggi akan dikenakan tarif yang lebih tinggi,” tulis Trump.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, terkoreksinya Wall Street seiring kembali munculnya kecemasan investor terhadap dampak negatif dari kebijakan tarif dagang diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, tidak adanya perubahan tarif impor yang dikenakan oleh AS ke Indonesia yaitu tetap 32% dan berlanjutnya aktivitas jual investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan kisaran support 6.840–6.780 dan resisten 6.960–7.025,” analisis CGS International Sekuritas Indonesia pagi ini.
Saham-saham yang direkomendasikan CGS International Sekuritas Indonesia antara lain saham BRPT, TLKM, BTPS, MAPI, PGEO, dan saham ASII dengan keseluruhannya dengan rating Buy.
Senada, Phintraco Sekuritas menilai, Indonesia mendapatkan surat dari Trump yang menyatakan Indonesia akan dikenakan tarif sebesar 32% mulai 1 Agustus 2025 dan tarif transshipment lebih tinggi.
Jika Indonesia memberlakukan tarif balasan kepada AS, maka tarif Indonesia juga akan dinaikkan. Sebaliknya jika Indonesia atau perusahaan dari Indonesia memproduksi produk di AS tidak akan dikenakan tarif.
“Hal ini berpotensi menjadi faktor negatif di Bursa di saat pasar berekspektasi adanya penurunan tarif.,” sebut riset Phintraco.
Secara teknikal, meskipun ada indikasi IHSG berpeluang mengalami technical rebound, namun belum didukung oleh volume yang kuat. Jika IHSG dapat bertahan di atas level 6.900, ada potensi terjadi rebound lanjutan jika disertai dengan kenaikan volume.
Namun jika IHSG gagal bertahan di atas 6.900, diperkirakan IHSG akan kembali menguji level support di 6.800.
Saham-saham pilihan Phintraco untuk hari ini adalah PTRO, BREN, SRTG, ASII, TLKM dan BBRI.
BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), menyebut IHSG dilanda aksi jual bersih investor asing mencapai sebesar Rp593 miliar (Seluruh Pasar). Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami technical rebound dengan target pengujian area resisten di level 7.000.
“Pelaku pasar juga akan mencermati sentimen kembalinya likuiditas pasca penjatahan IPO serta rilis data Indeks Keyakinan Konsumen yang dijadwalkan hari ini,” sebut BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.
Sementara saham-saham pilihan versi BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah PGEO, PANI, dan BTPS.
Kemudian MNC Sekuritas menyebut waspadai akan label merah dimana IHSG akan menguji 6.582–6.721
“Kami perkirakan, pada skenario terbaiknya, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b], sehingga IHSG masih berpeluang menguat setidaknya ke rentang 6.992–7.050 pada label hitam,” mengutip riset MNC Sekuritas.
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini adalah MYOR, PTRO, RATU, dan UNVR.
(fad/aji)




























