Komitmen ini tercermin dalam pertumbuhan penyaluran pembiayaan hijau BNI yang tumbuh dengan CAGR 25% sejak 2020. Hingga Desember 2024, nilai pembiayaan hijau BNI mencapai Rp73,4 triliun, naik dari Rp29,5 triliun pada akhir 2020. Sementara itu, hingga Maret 2025, angka penyaluran mencapai Rp72,2 triliun, atau 95,7% dari target 2025.
Selain itu, BNI juga aktif menyalurkan Sustainability Linked Loan (SLL) yang mendorong debitur mengintegrasikan aspek ESG dalam operasional bisnis mereka. Hingga kuartal I 2025, penyaluran SLL BNI telah mencapai Rp6 triliun.
Di aspek sosial, BNI memperkuat perlindungan data nasabah dan informasi finansial dengan berbagai inisiatif yang melampaui standar industri. Sementara pada aspek tata kelola, BNI memiliki kebijakan antikorupsi dan etika bisnis yang tegas, serta terus menyempurnakan struktur remunerasi dan tata kelola perusahaan.
“Peningkatan rating ESG ini menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon bagi BNI, melainkan prinsip dasar dalam menjalankan bisnis. Ke depan, BNI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi keuangan yang bertanggung jawab demi menciptakan masa depan yang lebih hijau dan inklusif,” tegas Okki.
Dengan pencapaian ini, BNI semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, sejalan dengan komitmen global untuk pembangunan berkelanjutan.
(tim)




























