Pencapaian positif surplus perdagangan Indonesia pada Mei juga jauh lebih besar dibanding prediksi pasar yang meramal raihan US$2,66 miliar.
BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai US$24,61 miliar, atau meningkat 9,68% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan nilai ekspor periode yang sama pada tahun lalu. Sementara, perkembangan impor pada Mei 2025 berhasil mencatat total nilai impor sebesar US$20,31 miliar, menguat dengan kenaikan 4,14% yoy dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu.
Dengan itu, Neraca Perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$4,3 miliar pada Mei 2025, bertambah US$4,14 miliar secara bulanan (month-to-month/mtm) dari sebelumnya pada April ambles mencapai US$159 juta.
Neraca Perdagangan telah membukukan surplus selama 61 bulan beruntun. Dalam 20 tahun, ini adalah rangkaian surplus terpanjang kedua.
Saham-saham Pemberat IHSG
Di sepanjang perdagangan saham hingga penutupan, saham-saham transportasi, saham keuangan, dan saham perindustrian menjadi pemberat IHSG dengan ambles 1,87%, 0,77%, dan 0,63%, disusul oleh pelemahan pada saham properti dengan drop 0,41%.
Sejumlah saham transportasi yang menjadi pendorong pelemahan IHSG ialah, saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) yang jatuh 11,6%, saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) melemah 9,26% dan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) turun 5,18%.
Senada, saham keuangan juga terpeleset dan jadi pemberat, saham PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) drop 13,4%, saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) melemah 4,29%. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tertekan 2,71%.
Saham-saham LQ45 ada di teritori negatif juga menjadi pemberat IHSG antara lain, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terpeleset 5,28%, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan pelemahan 4,78%.
Tren Bearish juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) melemah 3,91%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,68%. Dan juga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merah 2,66%.
Kinerja Bursa Asia siang hari ini justru melesat di zona hijau. Indeks Thailand SET Index melesat 1,88%, Strait Times Singapore dengan kenaikan 0,64%, KOSPI terbang 0,58%, FTSE Malaysia KLCI melejit 0,56%, Shanghai hijau 0,39%, Shenzhen Comp. China menguat 0,19%, dan CSI 300 China terangkat 0,17%.
(fad/wep)































